Sunday, 24 December 2017

Inilah Profesi yang palinng tinggi mengalami resiko Ketulian karena Suara Bising



Ketulian karena kebisingan bisa menimpa siapa saja. Para ahli mengatakan salah satu profesi berisiko tinggi adalah musisi.
Dr Damayanti Soetjipto SpTHT-KL (K), Ketua Komisi Nasional untuk Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komnas PGPKT), mengatakan bahwa musisi termasuk profesi yang paling rentan mengalami tuli karena terus terpapar kebisingan. Kebisingan rata-rata konser musik bisa mencapai 90 sampai 120 desibel.


"Tidak hanya musik keras atau rock tapi semua musik juga bisa menyebabkan tuli, bahkan musik klasik. Jika konsernya maksimal dan bisa sampai lebih dari satu jam di daerah dengan noise di atas 100 desibel," kata dr Dama. wartawan baru-baru ini



Dikatakan dr Dama, ketulian akan muncul secara bertahap. Pasien juga akan mengalami tinnitus, yakni suara berdenging yang terdengar di telinga secara terus-menerus meskipun tanpa sebab.


"Tinnitus itu bunyi 'ngiing' yang kita dengar di telinga. Ini merupakan akibat dari gangguan pendengaran frekuensi tinggi, jadinya mungkin tidak berasa di awal karena bercakap-cakap masih baik, masih kedengaran kalau ngobrol," paparnya.



promusik.wordpres.com

Namun setelah beberapa lama, kemampuan mendengar akan turun. Musisi sulit mendengar walaupun suara dalam frekuensi rendah, saat bercakap-cakap misalnya. Ketika ini terjadi, ketulian yang menyerang sudah parah dan harus segera mendapat penanganan.


Oleh karena itu dr Dama mengajurkan agar musisi selalu menggunakan earmuff saat melakukan konser maupun merekam lagu di studio. Jika kehilangan pendengaran, tentunya musisi tidak akan produktif dan bisa menghasilkan musik yang baik.


Lalu jika musisi saja berisiko tinggi, bagaimana dengan penikmat musik yang menonton konser? Sebuah studi yang dilakukan Tania Schink dari Leibniz Institute for Prevention Research and Epidemiology-BIPS di Bremen melihat apakah gangguan pendengaran lebih umum terjadi pada musisi atau masyarakat biasa.


Hasil penelitian menyebut musisi lah yang memiliki risiko lebih besar. Bagi musisi, ada beberapa faktor yang memengaruhi di antaranya berapa lama mereka terpapar suara, jenis alat yang dimainkan, serta posisi mereka saat tampil.


"Secara keseluruhan, musisi 1,45 kali lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran seperti non-musisi. Tapi mereka 3,6 kali lebih berisiko mengakami gangguan pendengaran akibat kebisingan," tutur Schink.

sumber : detik.com

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner