Friday, 19 January 2018

Saran Psikolog ,Inilah Cara Agar Anak Tidak Mudah Depresi dan Bunuh Diri

Usia remaja adalah usia yang penuh gejolak , masih labil dalam mengarungi  kehidupan , sehingga mudah terpedaya oleh bujukan bujukan yang sifatnya negatif. karena pada masa transisi ini sebenarnya  remaja masih mencari jati diri ia berada  di tempat peralihan yaitu antara anak anak dan dewasa.
 
Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.

Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.  
Masa remaja seringkali dihubungkan dengan stereotip mengenai ketidakselarasan emosional maupun perilaku. Karena pada masa ini, remaja kerap mengalami perubahan-perubahan penting seperti perubahan hormonal maupuan psikologis. Di masa ini pula, remaja rentan mengalami depresi dan mungkin punya pikiran untuk bunuh diri.
sahabatanakindonesia.com


Seperti kasus pelajar SMP di Jombang yang nekat bunuh diri lantaran kurangnya kasih sayang dan ketidakmampuan bersosialisasi. Nah, agar anak-anak yang mungkin bernasib sama supaya tidak gampang depresi dan melakukan hal terlarang tersebut, bagaimana saran psikolog?

"Anak-anak lain...banyak-banyaklah memiliki teman yang baik di luar rumah. Bersosialisasilah. Sosialisasi itu skill, bisa dipelajari dan harus sering dilatih supaya makin pintar," kata psikolog anak dan remaja, Rahajeng Ika MSi, Psikolog atau yang akrab disapa Ika, saat dihubungi detikHealth.

Menurut Ika, menjadi pintar akademis bukanlah segala-galanya, dalam hidup yang lebih penting adalah attitude. Di samping itu, perbanyak juga kegiatan-kegiatan positif serta fokus menghasilkan karya ataupun prestasi.

"Supaya pikirannya terbuka, banyak-banyak membaca dan bepergian ke tempat yang baru. Pelajari budayanya," saran Ika.

Lanjut Ika, bisa juga melakukan hal-hal sosial lain yang lebih mulia, yakni mencoba membantu anak lain. Sebab, akan selalu ada orang yang mengalami keadaan lebih sulit dibanding diri sendiri dan tentu membutuhkan bantuan.

"Makin banyak menolong orang lain, kita akan menolong diri sendiri juga," pungkasnya.


Itulah saran saran dari psikolog bagaimana cara membawa diri agar lebih baik dan sehat  tidak gampang terpengaruh ataupun terprovokasi oleh hal hal yang bersifat negatif. 
Sumber:detik.com



NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner