Friday, 10 August 2018

Munculnya julukan "Jendral Kardus" ,karena adanya pembelokkan komitmenkah ?

Belakangan ini elite elite politik lagi sibuk sibuknya mendaftarkan capres maupun cawapresnya, sebelumnya mereka membentuk koalisi agar dapat memenangkan dalam pemilihan dengan mengusung jagoanya dengan menggunakan  strategi masing masing .Namun dalam koalisi tersebut untuk menentukan cawapresnya kadang muncul gesekan gesekan yang akibatnya dapat memecah koalisi itu sendiri.

Seperti sudah beredar kabar bahwa koalisi antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra pecah. Hal itu lantaran terlihat dari kicauan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief di akun Twitter pribadinya yang kesal atas sikap Ketua Umum Prabowo Subianto.

Dalam Twitternya @AndiArief_, Andi menyebut Prabowo sebagai 'Jenderal Kardus' lantaran dinilai miliki mental yang lemah setelah ditabrak oleh uang.
"Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi Uno untuk mengentertain PAN dan PKS," kata Andi Arief sepeerti yang dikutip dalam twitternya,Rabu 8 Agustus 2018.
Prabowo Calon Presiden 2019
Akibat dari pembelokan komitmen yang dilakukan oleh Prabowo tersebut , Andi menyampaikan bahwa pihak Partai Demokrat menolak kehadiran ketum Gerindra (Prabowo) ke Kuningan (rumah SBY). Bahkan, keinginan Prabowo yang menjelaskan melalui surat sudah tidak perlu lagi.
"Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal Kardus," katanya.
Ia juga menambahkan, Partai Demokrat tidak mengalami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. "Ini bukan DNI Partai Demokrat," ujarnya.
Nanti bagaimana rakyat mau memilih , kalau baru membentuk koalisi saja sudah sikut sikutan apalagi sebagai calon presiden tidak dapat memunculkan ide ide yang lebih cemerlang.Tentu saja rakyat akan berfikir ulang untuk memilih seorang pemimpin untuk negaranya, 

Dalam hal ini Prabowo telah mencederai teman kolalisinya yaitu partai Demokrat ,dan tentu saja akan melemahkan kredebilitas Prabowo sebagai seorang leader untuk mencalonkan diri menjadi presiden RI.

Dalam segi penilaiaan yang menjunjung tinggi nilai nilai karakter seorang pemimpin  tindakan Prabowo tersebut dapat mengurangi  pemilih yang cerdas diajang pangngung pilpres tahun 2019 yang akan datang.Tentunya hal seperti ini tidak boleh berlarut larut didiamkan  oleh Partai Gerindra dan  koalisinya , nah kelanjutannya adalah segera untuk berbenah karena waktu yang masih panjang.
Sumber: dari berbagai sumber


NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner