Menyajikan info info yang bermanfaat untuk anda


PELANGGAR KODE ETIK DEWAN, APAKAH MASIH HARUS DIPERTAHANKAN ?

Kasus Setya Novanto yang masih banyak menjadi sorotan masyarakat Indonesia ramai dibicarakan baik diwarung kopi,pasar , kantor pemerintahan maupun dikampus kampus.Meskipun kasus tersebut sudah diajukan dalam sidang Mahkamah Kehormmatan Dewan ( MKD ), bukan berarti masyarakat akan diam saja.
.

. Sumber gambar :Google
. Mereka terus memantau perkembangan langkah selanjutnya yang disuguhkan oleh MKD .Sayangnya sidang etika Setya Novanto dilakukan tertutup ,beda waktu meminta keterangan saksi menteri Sudirman Said maupun presiden direktur Freeport Maroef Sjamsoeddin dillakukan terbuka.

Sidang Setya Novanto dilakukan tertutup , ada dugaan adanya skenario tersembunyi kenapa sidang Ketua DPR RI di MKD dillakukan tertutup ,karena ingin menyelamatkan pengusaha minyak Riza Chalid. Namun didalam sidang tertutup tersebut ternyata Setya Novanto hanya membacakan nota pembelaan yang pada intinya membantah semua tuduhan menteri Sudirman Said tanpa menyerahkan alat bukti apapun.

 Seandainya sidang pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Setya Novanto tidak berlanjut alias berhenti sampai disini ,hal ini akan membuat rakyat muak, dan tak percaya lagi dan tentu akan mmengotori marwah atau wibawa dewan yang terhormat .


Sumber gambar : Google. Mahfud MD,mantan Ketua MK berpendapatmengenai papa minta saham adanya permulaan pemufakatan jahat artinya sudah terjadi percobaan korupsi.

" Kalau dalam UU korupsi ysng mengkorupsi atau terbukti merugikan negara ,itu kalau sudah terbukti korupsi tentang APBN atau kerugian negara .Tapi kalau memberi janji ,menerima suap,menggunakan jabatan untuk mempermudah pemenangan kontrak ,itu kan tidak ada kerugian atau belum bahkan dibatalkan karena ada yang mengadu, semestinya itu sudah bisa pemufakatan jahat", tutup Mahfud .

 Mengennai pemufakatan jahat tindak pidana korupsi sendiri diatur dalam pasal 15 UU no.31 Th 1999 tentang Pemberantsan Tindak Pidana Korupsi.Meskipun tindak pidana korupsi belum dilakukan tetapi melalui ucapan dan tindakan yang dilakukan memunculkan niat melakukan korupsi dapat dipidana . Mahfud berharap kepada Kejaksaan Agung agar proses penyelidikan yang sedang berjalan dapat dilakukan secepatnya.


Kasus tersebut diawali berasarkan rekaman Presdir PT.Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin mengenai adanya pembicaraan antara Ketua DPR RI Setya Novanto dengan pengusaha Riza Chalid dan Presdir Maroef.

Penyelidikan dillakukan karena berdasarkan dugaan dugaan adanya pemufakatan jahat terkait pembahasan kontrak PT.Freeport yang dikatakan oleh mantan Ketua MK,Mahfud MD , " Iya disitu ada permulaan pemufakatan jahat artinya sudah terjadi percobaan korupsi,mereka sudah berbicara bagaimana memenangkan pemilu,bagaimana mengatur Presiden .

Nah itu sudah ada permulaan tindak pidana menurut hukum, karena sudah ada yang dimulai karena meskipun batal atau dibatalkan .Karena ini kan batal karena ada yang mengadu nah itu sudah bisa, " kata Mahfud MD mantan Ketua MK saat berbincang bersama detik.com, jumat (4/12/2015).

Dalam membangun peradaban politik sekarang ini harus menyuguhkkan politik yang elegan ,cerdik penuh dinamika membangun bangsa bukan mengemaS pencitraan cuma untuk memperoleh suara dari rakyat. Rakyat sudah semakin cerdas untuk menilai suguhan suguhan politik yang hanya mementingkan kepada partai atau golongan.

Apabila kasus Setya Novanto dibiarkan artinya dianggap tidak melanggar kode etik dewan ,ini akan membawa dampak secara masif ketidak percayaan rakyat terhadap partai pengusungnya.Hal ini akan merugikan partai pengusung di pemilu yang akan datang,dimana suara pendukung akan berkurang .

Share:

0 comments:

Post a Comment





Unordered List