Menyajikan info info yang bermanfaat untuk anda


RAMAI RAMAI MENGECAM DONALD TRUMP

Pernyataan yang dilontarkan calon Presiden Amerika Serikat ( AS ) dari partai Republik Donald Trump menyatakan akan melarang semua muslim memasuki AS." Total muslim untuk memasuki Amerika Serikat, sampai negara kita dapat mengetahui apa yang sedang terjadi, " kata Trump . " Kami tidak punya pilihan ," ujarnya lagi setelah komentarnya itu menuai kecaman dari berbagai negara.


 Trump membela diri dengan menyatakan idenya itu sama seperti yang dilakukan Presiden F.D Roosevelt yang mengawasi ketat orang orang di kamp pengasingan AS ,setelah pasukan Jepang membombardir Pearl Harbor pada perang dunia II.

Kecaman kecaman muncul setelah calon Presiden AS tersebut melontarkan pernyataan yang melarang umat muslim berkunjung ke AS. Kecaman datang dari Muhammad Ali mantan petinju legendaris akan berdiri didepan menentang Donald Trump yang akan melarang kaum muslim masuk AS.

" Kami sebagai muslim akan berdiri untuk menolak Islam dijadikan agenda kepentingan pribadi ",tegas Ali dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuter,Kamis (10/12/2015).

Muhammad Ali mantan juara tinju dunia 3 kali tersebut merupakan salah satu aktivis di Nation Of Islam sejak 1964. " Saya seorang muslim dan muslim tidak pernah membenarkan pembunuhan terhadap orang tak bersalah seperti teror di Paris , San Bernardino atau dimanapun.

Seorang muslim sejati tahu kekerasan yang mengatasnamakan jihad bertentangan dengan ajaran kami," tegas Ali lagi. Tak hanya Muhammad Ali yang mngecam, Presiden Iran Hassan Rouhani pun ikut mengecam pernyataan Donnald Trump tersebut,ia menyebut Amerika Serikat (AS) menciptakan terorisme dengan adanya pernyataan tersebut.

Rouhani menilai ide Trump itu sebagai bentuk kemunafikan , karena berdalih memerangi terorisme dengan melarang semua muslim masuk AS.Gedung Putih sendiri telah mengecam komentar Trump,karena bertentangan dengan nilai nilai AS.

 " Islam adalah agama kebaikan dan perdamaian, " kata Rouhani dalam rapat kabinet di Teheran,kemarin " sayangnya orang tertentu diseluruh dunia mengklaim bahwa umat islam harus dillarang masuk untuk dalih memerangi terorisme," lanjut Rouhani menyindir Donald Trump,seperti dilansir Time Of Israel. Wakil ketua DPR RI ,Fahri Hamzah berkomentar , " Trump bodoh dan dangkal tak mungkin jadi Presiden AS," katanya.

" Bahwa Trump mau mengambil isu ( Wacana pelarangan muslim masuk AS ),itulah kebodohan dia .Dia tidak layak menjadi Presiden Amerika Serikat," kata Fahri Hamzah digedung DPR ,senayan jakarta .kamis 10/12/2015.

Menurut Fahri, Donald Trump adalah sosok panggung yang tak memahami islam. Namun kelompok konservativ yang menjadikan Trump mengajukan isu itu untuk diangkat dengan harapan Trump bisa jadi lebih populer.

" Trump akan kalah akhirnya Hillary Clinton tidak ada tandingannya," ujar politisi PKS. Cerita akan sedikit berbeda bila akhirnya Trump mau meminta maaf,jalan persaingan capres akan lebih menarik bagi Donald Trump. Kini kritikan atau kecaman datang dari politikus atau sesama bakal calon presiden yang satu partai dengan Trump.

 " Donald Trump tidak waras ,proposal kebijakannya tidak serius ," sebut bakal calon presiden AS dari partai Republik lainnya Jeb Bush,via akun twitter nya seperti dillansir Reuter,selasa 8/12/2015 . Mantan wakil Presiden AS dari partai Republik Dick Cheney pun berkomentar, Gagasan Trump itu bertentangan dengan semangat Amerika.

" Keseluruhan gagasan yang entah bagaimana kita mengatakan tidak kepada muslim,sama saja melarang keseluruhan agama, ini bertentangan dengan semua hal yang kita perjuangkan dan kita yakini," ucap Cheney seperti dilansir CNN.
Hillary Clinton calon Presiden AS dari partai Demokrat menyebut seruan Trump justru mmemicu perpecahan. " Ini sungguh tercela penuh prasangka dan memecah belah ,@RealDonaldTrump ,anda tidak memahami,ini justru membuat kita semakin tidak aman.-H," tutur Hillary dalam pesan twitternya. Capres dari partai Demokrat lainnya Bernie Sanders ,menyebut Trump sebbagai Demagog atau penghasut rakyat .

Pernyataan Trump yang kontroversial ini menurutnya akan membuat AS semakin lemah. Tidak ketinggalan Direktur Eksekutif Nasional Dewan Hubungan Amerika Islam,Nihad Awad juga ikut mengecam Trump .

" Seruan ini sungguh keterlaluan datang dari seorang yang berniat memegang jabatan tertinggi di negara ini.Ini sunggguh sembrono dan jelas tidak bersifat Amerika.Donald Trump lebih terdengar seperti pemimpin massa tak terkendali,dari pada negara besar seperti kita," tegas Awad. Kecaman juga datang dari bakal capres AS dari partai Republik lainnya seperti John Kasich yang kini menjadi gubernur Ohio .

Lindsey Graham yang kini mennjadi Senator South Carolina,Chris Christie yang kini menjabat gubernur New Jersey serta Marco Robio yang kini menjadi senator Florida. Sementara itu satu dukungan dari cendekiawan politik dan Sosial Konservatif AS ,Ann Coulter, yang menyemangati Trump " GO Trump ,GO!," tulisnya lewat media sosial

Dari Arab Saudi Pangeran Al Waleed bin Talal melontarkan kritikan kepada Trump,Pangeran menyebut Trump sebagai aib ,ia menyerukan agar Trump segera mundur dari pencalonan Presiden AS,seperti dilansir AFP dan Reuter,Sabtu (12/12/2015).


Komentar ini disampaikan Pangeran Al Waleed melalui akun twitternya ,@Alwaleed_Talal menanggapi seruan kontroversial Trump yang melarang seluruh warga muslim masuk kewilayah AS," @realDonaldTrump anda menjadi aib, tidak hanya bagi GOP ( Partai Republik )tapi untuk seluruh Amerika ". sebut Pangeran Al Waleed dengan menyebut langsung akun twitter milik Trump.

" Tarik diri anda dari pencapresan AS karena anda tidak akan pernah menang ," imbuhnya. Beberapa jam kemudian Donald Trump membalas kecaman Pangeran Al Waleed itu melalui akun twitternya " Pangeran @AlWaleed_Talal yang bodoh ingin mengendalikan politikus AS dengan uang ayahnya,tidak bisa begitu ketika saya terpilih,"balas Trump.


Pernyataan Trump Yang kontroversial itu berdampak pada bisnisnya di Timur Tengah .Salah satu jaringan pusat perbelanjaan terbesar diTimur Tengah bahkan menghentikan penjualan produk produk dari perusahaan Trump, Trump home pada kamis (10/12/2015) Perusahaan Real Ested Dubai ,Damac yang membangun komplek lapangan Golf senilai US$ 6 milliar dengan Trump memutuskan untuk menghilangkan nama dan citra Trump dari proyek itu.
Share:

0 comments:

Post a Comment





Unordered List