M Sanusi Mantan Anggota DPRD DKI terjerat Kasus, Merupakan Berkah

Mengaku dirinya yang seharusnya di calonkan sebagai Pilgub DKI tahun 2017 oleh Partai Gerindra  , M Sanusi mantan Anggota DPRD DKI  Jakarta kini merelakan pencalonan atas dirinya tersebut diserahkan pada orang lain, karena terjerat kasus suap Raperda Reklamasi 

Menurut Tempo.co ,Penetapan Sanusi sebagai tersangka suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkaitan dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Reklamasi.M Sanusi waktu itu anggota DPRD DKI Jakarta , tertangkap tangan menerima uang sebesar Rp 2 miliar dari bos Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja, pada 31 April 2016. Uang tersebut   diduga diberikan agar anggota Dewan DKI Jakarta  menurunkan besaran kontribusi tambahan. 
Kontribusi tambahan tersebut dimasukkan ke pembahasan raperda oleh Ahok. Namun, raperda itu tak kunjung disahkan dan menjadi pembahasan yang alot di kalangan legislatif dan eksekutif sehingga berujung penetapan tersangka terhadap Sanusi, Ariesman, dan Trinanda Prihantoro, selaku karyawan PT APL oleh KPK.



Dalam sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta Pusat itu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama turut hadir , sebagai saksi dalam kasus suap Raperda Reklamasi yang melibatkan M Sanusi mantan Ketua Komisi D  DPRD DKI Jakarta .

Kepada Ahok jaksa penuntut Umum menanyakan soal status M Sanusi , Ahok mengaku mengenal M Sanusi hanya sebagai anggota DPRD DKI  Jakarta dan Ahok mengatakan tidak tahu menahu soal M Sanusi sebagai salah satu anggota badan Legislatif Daerah dalan Raperda Reklamasi tersebut.  


"Saya tahu dia Balegda setelah lihat berita, saya tahunya dia anggota DPRD. Saya tahunya pembahasan ini ada di Pak Taufik (Wakil Ketua DPRD)," kata Ahok di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 5 September 2016.

Ahok  mengenal Sanusi sejak 2012, saat masa kampanye pemilihan kepala daerah periode sebelumnya. Kebetulan Ahok dan Sanusi berada dalam satu partai, yakni Gerindra. Atas status terdakwa yang saat ini melekat pada Sanusi, Ahok menduga ada hubungan antara perseteruannya dan Balegda soal Perda Reklamasi.

Adapun dua tersangka lainnya adalah Ariesman dan karyawan Agung Podomoro Land, Trinanda Prihantoro. Belakangan, KPK juga menetapkan Sanusi sebagai tersangka pencucian uang.  
                                                                                                                                                                                  
Kepada Detik.com ditanya soal pencalonan atas dirinya  di Pilgub DKI Jakarta oleh partai Gerindra , ia mengatakan  :"Memang harusnya saya, karena saya enggak (jadi maju di Pilgub), Gerindra harusnya punya pilihan lebih baik ya bagus dong. Buat saya bagus lah, kans nya cukup kuat," kata Sanusi di sela persidangannya di PN Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakpus, Senin (26/9/2016).

Setelah terjerat kasus korupsi, Sanusi terpaksa harus melepaskan kesempatannya maju di Pilgub Jakarta dan menyerahkan posisi itu pada Sandiaga Uno dan Anies Baswedan. Sanusi mengatakan keduanya memiliki karakter mumpuni dan optimis pasangan ini bisa menang.

"Untuk kelompok middle low sama kelompok intelektual akademisi, Anies punya gaya komunikasi yang berbeda dengan banyak orang. Dari body language dari cara dia membicarakan dari menatap orang itu berbeda, itu aspiratif kalau menurut saya ya," kata Sanusi.

"Kalau Sandi memang piawai secara manajerial karena dia ini pengusaha, karena Jakarta ini perlu manajerial skill yang tinggi karena membangun Jakarta, seperti yang Pak Ahok bilang, ada soksi yang bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi Jakarta, nggak bisa hanya mengandalkan APBD. Sandi piawai untuk itu karena dia punya keahlian di bidang itu. Kita tahu lah, latar belakang usahanya dia ya. Jadi saya bersyukur sekali kalau kedua ini bisa jadi pasangan yang maju di pilgub," sambung Sanusi.

Setelah terjerat kasus dan menyerahkan kesempatan pada orang lain, apakah saat ini ada penyesalan di diri Sanusi?

"Enggak, saya bilang ini berkah, kenapa saya bilang berkah? Karena saya diberikan waktu untuk bercinta sama Tuhan Yang Maha Esa. Saat ini saya lebih sering mendekatkan diri sama Tuhan. Ini berkah," kata Sanusi sambil tersenyum.

Niat Sanusi untuk maju di Pilgub Jakarta memang disebut beberapa kali dalam persidangan di Tipikor. Dalam persidangan dengan terdakwa Ariesman Widjaja, Sanusi mengatakan uang Rp 2 miliar yang diberikan Ariesman kepadanya adalah bantuan untuk maju menjadi balon gubernur DKI.


No comments:

Post a Comment

close