9 Alasan Yang Dapat Menyebabkan Sperma Rusak

Sudah sewajarnya dalam sebuah perkawinan pasti mengharapkan mempunyai keturunan .Karena dengan adanya keturunan sebagai buah hati akan memberikan kebahagiaan  Jika Anda berencana untuk segera memiliki keturunan, ada baiknya memerhatikan beberapa kebiasaan berikut ini , yaitu suatu kebiasaan yang dapat dicegah apabila ingin mempunyai keturunan.  

Pasalnya, kebiasaan ini kerap dilakukan tanpa disadari bisa merusak sperma. Suka atau tidak suka, faktanya jumlah pria yang bemasalah dengan sperma makin meningkat. “Jumlah sperma yang sehat dan normal makin menurun dalam beberapa dekade terakhir ini,” ujar Ajay Nangia, M.B.B.S., ahli urologi dan kesuburan pria dari University of Kansas Medical Center.

Berikut adalah  kebiasaan yang kerap dilakukan tanpa disadari mampu merusak kesuburan pria :  



1.Begadang  
Kegiatan yang dilakukan sampai larut malam dalam mengisi waktu luang yang menyebabkan kurang tidur. Kurang tidur kerap dituding sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan. Termasuk merusak sperma. Menurut jurnal Fertility & Sterility, pria dengan durasi tidur kurang dari enam jam akan mengalami penurunan kesuburan hingga 31 persen dibanding pria dengan durasi tidur 7-8 jam per malam. Alasannya, kurang tidur menurunkan produksi hormon testosteron.

Hormon ini berperan penting pada pembentukan sperma. Tapi, terlalu banyak tidur juga tak baik. Pria yang tidur lebih dari Sembilan jam per malam juga menunjukkan masalah kesuburan. Jadi, 7-8 jam per malam adalah durasi yang ideal. 

2 Salah pelumas 
Penggunaan pelumas sebetulnya nggak perlu bagi pasangan yang telah mengerti tehnik tehnik bercinta,karena dengan memahami tehnik tersebut akan berjalan lancar nyaman penuh kenikmatan. 

Penggunaan pelumas saat bercinta memang kadang membantu. Tapi hati-hati, bisa juga merusak sperma. Jurnal Fertility & Sterility di tahun 2014 menyebut bahwa beberapa merk pelumas bisa menghambat motilitas sperma. 


3. Motilitas 
adalah kemampuan sperma untuk berenang menuju sel telur. Ajay Nangia, M.B.B.S., ahli urologi dan kesuburan pria dari University of Kansas Medical Center menyebut bahwa itu disebabkan oleh tebalnya lapisan cairan pelumas. 

Ketebalan itu menghalangi pergerakan sperma. Ditambah lagi, cairan pelumas mengandung asam hidrolik yang bisa membunuh sperma. “Jika tujuannya hanya bercinta, maka pasangan itu akan sedikit diuntungkan karena pelumas tersebut turut menghalangi sperma,” ujar Ajay.
Tapi, ia tidak menyarankan penggunaan cairan pelumas sebagai alat kontrasepsi.

4. Kurang Makan Ikan 
Ikan terbukti baik untuk kesehatan sperma. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard menyebut bahwa kualitas sperma terlihat lebih baik pada pria yang rajin mengkonsumsi ikan tuna atau salmon. Sebaliknya, daging olahan merupakan musuh bagi kesehatan sperma. 

Daging olahan bisa menurunkan produksi testosteron, sementara ikan yang banyak mengandung asam lemak omega 3 justru meningkatkan kualitas sperma.

5.Kebiasan minum soda 
Menurut jurnal Human Reproduction, satu kaleng soda sehari bisa merusak sperma. Kemampuan sperma untuk bergerak akan berkurang. Alasannya, minuman bersoda memiliki kandungan gula yang bisa menyebabkan resistensi insulin.

Kondisi ini bisa merembet jadi peradangan, yang membuat pergerakan sperma terhambat. Tambah lagi, kebiasaan minum soda bisa membuat gemuk. 


6.Kegemukan 
Juga kerap dituding sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah kesuburan pada pria.
Kegemukan atau obesitas atau kelebihan berat badan tak hanya rawan terserang penyakit yang mematikan. Bagi pria, obesitas juga bisa mempengaruhi sperma mereka.

Baca juga : Cara cara untuk memperoleh sperma berkualitas.

Para Ilmuwan Melbourne mempelajari dampak obesitas pada kehamilan. Mereka mengklaim, pria perlu menurunkan berat badannya sebelum berpikir menjadi ayah.

Menurut para ahli reproduksi dari University of Melbourne Departemen Zoologi, pria obesitas bisa berdampak negatif pada sperma, yang bisa menyebabkan janin lebih kecil, buruknya keberhasilan kehamilan dan kurang berkembangnya plasenta. Demikian laporan dari Medis Xpress, Kamis (23/8). 


Menurutnya, banyak pria yang tidak mengerti kontribusi yang mereka memiliki. "Mereka harus sehat sebelum persiapan hamil. Sperma mereka perlu fit untuk terciptanya kehidupan."

Pada penelitian ini, para ilmuwan menggunakan in vitro fertilization (IVF) untuk menentukan dampak ayah yang obesitas pada implantasi embrio ke dalam rahim dan perkembangan janin.

Implantasi adalah perlekatan dan penetrasi berikutnya oleh telur yang telah dibuahi (pada tahap blastokista bebas zona) di dinding rahim, yang dimulai dari 5 sampai 7 hari setelah pembuahan.

Natalie Binder, seorang kandidat PhD, mengembangkan embrio dari tikus berat badan normal dan tikus jantan obesitas. Para tikus gemuk telah dicekoki makanan cepat saji selama sepuluh minggu. Dan hasilnya, tikus yang obesitas menghasilkan janin yang berkembangannya tertunda.

"Kami menemukan perkembangan janin yang tertunda yang dihasilkan dari ayah obesitas. Tingkat implantasi embrio ke dalam rahim dan perkembangan janin menurun pada hewan-hewan ini hingga 15 persen," katanya.

"Selain itu, berat plasenta dan perkembangan secara signifikan berkurang untuk embrio yang berasal dari sperma laki-laki gemuk."

Temuan ini menunjukkan bahwa ayah obesitas tidak hanya berdampak negatif pada perkembangan embrio, tetapi juga berdampak pada keberhasilan implantasi ke dalam rahim. Yang kemudian menghasilkan plasenta kecil yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin yang berisiko bagi kesehatan keturunannya dalam jangka panjang.

"Studi kami memberikan informasi lebih lanjut tentang dampak obesitas pada pria dan kemampuan mereka untuk memulai sebuah keluarga dan kebutuhan untuk menurunkan bobot beberapa kilo dalam persiapan untuk kehamilan, " kata dia menambahkan.(MEL)



7. Stres Stres 
Turut disebut sebagai jalan masuk berbagai penyakit. Sebuah penelitian dari 
Columbia  
University menyebut bahwa stres yang berlebihan mengganggu hormon reproduksi. 
Bahkan jika pria tersebut sudah menjalankan pola makan sehat, faktor stres tetap harus  
diperhitungkan sebagai perusak kesuburan. “Carilah cara untuk meredakan stres itu. Bahkan jika 
perlu, temui tenaga professional,” ujar Ajay.

8. Menyimpan ponsel di saku celana 
Sudah menjadi kebiasaan  saku celana merupakan tempat 
yang praktis  untuk menaruh ponsel. Tapi kebiasaan ini bisa berdampak buruk pada sperma ,yaitu

Paparan radiasi ponsel yang ada disaku celana  dapat menghambat pergerakan sperma. Panas dari ponsel juga bisa meningkatkan suhu pada skrotum dan mengganggu produksi sperma. Hal ini terungkap pada sepuluh penelitian menyangkut radiasi ponsel. Jika Anda adalah seseorang yang harus memegang ponsel tiap saat, coba untuk menaruh ponsel di tempat lain seperti saku jaket.

 9. Sering  Minum Alkohol   
Minum alkohol sebetulnya tak memiliki dampak signifikan bagi kesehatan. Berbagai penelitian telah menyebut bahwa satu gelas bir atau wine per hari bukanlah masalah bagi kesehatan. Tapi, terlalu banyak minum alkohol akan merusak kesuburan pria.

Para peneliti dari Denmark menyebut bahwa 25 gelas minuman beralkohol dalam seminggu bisa menurunkan kualitas sperma. Dan jika seorang pria menenggak 40 gelas per minggu, maka ia akan mengalami penurunan jumlah sperma sebanyak 33 persen dan 51 persen sperma sehat. 
Sumber : Men's Health /liputan 6








,


 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " 9 Alasan Yang Dapat Menyebabkan Sperma Rusak"

Post a Comment

close