Ceramah Zakir Naik Ditunggu Ribuan Masyarakat Bandung


Kota Bandung kedatangan Cendekiawan Muslim bertaraf Internasional yaitu  Dr Zakir Naik yang akan memberikan ceramah di hadapan puluhan ribu jamaah yang hadir di Gymnasium UPI,Minggu(2/4/2017) . Kedatangan beliau sangat ditunggu tunggu ribuan masyarakat Bandung dan sekitarnya yang dengan antusias ingin menghadiri ceramah cendekiawan Muslim internasional tersebut.


 
Zakir Naik di Depan Ribuan Pengunjung







Sebelum mengunjungi kotaBandung untuk berceramah, Dr Zakir Naik memulai serangkaian kegiatannya di Indonesia. Di awali dengan bertemu Ketua MPR dan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhir pekan lalu.
Hari Jumat (31/3/2017) Zakir naik diterima Ketua MPR Zulkifli Hasan .  Dalam pertemuan ini dibicarakan Islam dan toleransi,  serta anggapan miring soal Islam yang dihubungkan dengan terorisme.


Usai bertemu pimpinan MUI di gedung MUI, Jakarta, dokter asal India ini yang kemudian memilih jalan hidup sebagai pendakwah ini memberikan kesempatan untuk bertanya jawab dengan wartawan. Salah satu hal yang ditanyakan kepada Zakir Naik mengenai tafsir surah al-Maidah ayat 51 dan pengertian 'aulia' sebagaimana disebut dalam surah itu.

Salah seorang wartawan mempertanyakan Surah al-Maidah 51yang lagi ramai dibicarakan dalam konteks Pilkada Jakarta dalam waktu belakangan ini. "Yang dilarang oleh surah al-Maidah ayat 51 adalah menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai aulia," ujar Zakir Naik menjelaskan tafsir surah itu baru-baru ini.

Zakir Naik lalu menjelaskan, kata aulia pada ayat itu bermakna teman setia, pelindung, dan juga pemimpin. Pesan yang ingin disampaikan surah al-Maidah adalah bukan sekadar soal larangan menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin umat Islam. Tetapi, juga larangan menjadikan mereka sebagai teman setia dan pelindung.

"Jadi, aulia bisa diartikan sebagai pemimpin, tapi bukan satu-satunya makna dari kata itu," katanya.

Jika umat Islam dihadapkan pada dua pilihan antara memilih pemimpin Muslim atau pemimpin non-Muslim, Zakir Naik mengatakan, pilihan yang lebih baik tentu saja adalah memilih pemimpin yang seiman. Namun, ia mengingatkan kepada umat Islam agar selalu berlaku adil terhadap orang-orang non-Muslim.




Ceramah Dr Zakir Naik tersebut sebetulnya dapat dijadikan sebagai pencerahan dalam pilkada di DKI jakarta tahun 2017  untuk memilih pemimpinnya ,karena isi ceramah tersebut sangat jelas untuk menentukan pemimpinnya bagi orang orang muslim. Apabila umat muslim satu suara seperti yang diceramahkan oleh Zakir Naik ,maka yang akan datang akan  diperoleh pemimpin  yang  seiman ,dan tak akan terjadi lagi gontok gontokan sesama umat muslim.

"Selama mereka (orang-orang non-Muslim) tidak mengusir kita (umat Islam) dari rumah, maka kita harus berbuat adil kepada mereka. Itu perintah Allah SWT yang disebutkan dalam Alquran," ujarnya.

Zakir mengatakan, Allah SWT juga memerintahkan kepada kaum Muslim untuk berbuat baik dengan sesama manusia, termasuk non-Muslim. "Bahkan, di negara saya, India, sebagian besar masyarakat non-Muslim mencintai saya. Yang membenci saya justru para pemimpin politik di sana," ujarnya.


Indonesia Harus Menjadi Contoh Bagi Dunia Islam 
Cendekiawan Muslim asal India Dr Zakir Naik juga mengatakan, Indonesia memiliki jumlah penduduk dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia. Ia pun yakin Indonesia dapat menjadi kekuatan serta simbol perdamaian dunia Islam.
"Indonesia harus menjadi contoh bagi dunia Islam, apalagi dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia," kata dia baru-baru ini di Bandung.


Saat ini, kata dia, negara Islam tengah terpecah oleh berbagai konflik yang terjadi, sehingga Islam sering kali mendapat stigma buruk. Oleh karena itu, Indonesia dengan penduduk mayoritas Muslim di dunia, kata dia, harus menjadi titik awal bersatunya negara Muslim.
"Jika Muslim bersatu, tidak ada yang berani menantang kita. Sayangnya kita terpecah. Saya yakin Indonesia memiliki kekuatan Muslim yang kuat," kata dia.

Selain itu, dia mengatakan, berdakwah menjadi tugas seorang Muslim dalam memberikan kebenaran informasi terkait Islam. Sebab, saat ini banyak non-Muslim yang tidak mempunyai pemahaman yang tepat tentang Islam.
"Media internasional banyak memberitakan hal yang keliru, jadi sebuah kewajiban setiap Muslim menyampaikan pesan tentang Islam kepada yang tidak memahaminya," kata Dr Zakir Naik saat menyampaikan ceramahnya di aula Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kota Bandung, Ahad (2/4).

Zakir menuturkan, salah satu cara agar dapat meyakinkan non-Muslim agar tidak terpengaruh oleh berita yang tidak tepat yakni dengan cara berdakwah. Dengan langkah tersebut maka segala stigma negatif tentang Islam dapat terkikis. "Kita punya tanggung jawab, karena kita dianjurkan untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi hal yang dilarang. Apabila salah, kita koreksi. Itu tugas Muslim," katanya.
Sumber :Republika.co

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ceramah Zakir Naik Ditunggu Ribuan Masyarakat Bandung "

Post a Comment

close