Inilah 9 Tips Psikologis Dalam Wawancara Melamar Pekerjaan Agar Dapat Diterima

1.  Warna Pakaian dan Penampilan
Perusahaan ataupun Lembaga Pemerintah dalam menerima pegawai ataupun karyawan baru biasanya melalui beberapa seleksi , salah satunya yaitu wawancara. Wawancara kerja (interview) biasa dilakukan pihak perusahaan /Lembaga Pemerintah terhadap calon karyawannya, dalam usaha untuk mengumpulkan atau mengetahui informasi dari calon karyawan terkait kemampuan, keterampilan maupun kepribadian para calon karyawannya sehingga perusahaan dapat menemukan karyawan yang tepat dalam posisi yang dibutuhkan .

Tidak hanya ketrampilan maupun kecakapan yang dinilai , ternyata warna pakaian juga jadi perhatian yang mempunyai nilai tersendiri. Menurut   Survei yang dilakukan oleh CareerBuilder terhadap para manajer personalia dan tenaga sumber daya manusia menemukan bukti bahwa warna pakaian bisa memberikan kesan tertentu di mata pewawancara. 

Dua puluh tiga persen pewawancara merekomendasikan warna biru yang menunjukkan bahwa kandidat tersebut bisa bekerja dengan tim. Sementara 15 persen merekomendasikan hitam karena warna tersebut mengesankan potensi kepemimpinan.
Warna oranye dikatakan sebagai yang paling tidak direkomendasikan karena memberikan kesan bahwa kandidat tersebut tidak profesional.


2. Lakukan kontak mata saat pertama kali bertatap muka
Hilangkan rasa malu ataupun minder ,tampilkan percaya diri   dan tatap mata si pewawancara saat kamu pertama kali bertatap muka atau bersalaman dengannya. , jaga kontak mata selama sesi wawancara berlangsung.
Menurut sebuah studi yang dilakukan dua peneliti dari Northeastern University, orang yang secara konsisten melakukan kontak mata saat berbicara terlihat lebih cerdas daripada mereka yang tidak melakukan kontak mata.

3. Imitasi bahasa tubuh pewawancara
Pernah mendengar tentang fenomena psikologis efek bunglon? Ini adalah kondisi di mana orang cenderung saling menyukai saat mereka menunjukkan bahasa tubuh yang serupa. Jadi jika pewawancara mencondongkan tubuh ke depan, lakukan hal yang sama. Begitu juga saat dia meletakkan tangan di atas meja. Tetapi jangan meniru setiap gerak-gerik pewawancara secara berlebihan .

Pakar bahasa tubuh Patti Wood mengatakan bahwa imitasi bahasa tubuh lawan bicara memberikan kesan kamu benar-benar memperhatikan dan tertarik dengan apa yang dikatakannya. Sebaliknya jika kamu terlihat pasif, kamu tampak seperti kurang antusias untuk menjadi bagian dari tim atau malah sedang berbohong.

4. Biarkan telapak tangan terbuka atau satukan jari-jari
Membiarkan telapak tangan terbuka menurut Molidor dan Parus,bahwa gerakan tangan berkontribusi terhadap kesan yang tersampaikan dalam sebuah wawancara kerja. Membiarkan telapak tangan terbuka mengindikasikan ketulusan. Sementara menyatukan ujung-ujung jari tangan hingga membentuk segitiga menunjukkan kepercayaan diri.

Dan perlu dihindari  jangan meletakkan telapak tangan ke bawah karena akan menunjukkan keinginan untuk mendominasi lawan bicara. Juga jangan menyembunyikan tangan seolah-olah ada sesuatu yang ingin kamu tutup-tutupi.

Mengetuk-ngetukkan jari menunjukkan ketidaksabaran. Melipat tangan menunjukkan ketidaksetujuan atau sikap defensif. Dan terlalu banyak menggunakan isyarat tangan bisa membuat pewawancara merasa terdistraksi.

5. Sesuaikan jawaban dengan usia pewawancara
Tingkat pengetahuan pewawancara yang masih muda sama dengan yang sudah berpengalaman tentunya akan berbeda dalam mencerna jawaban pelamar kerja.Untuk itu perlu belajar banyak tentang pewawancara dan jawaban seperti apa yang ingin mereka dengar berdasarkan usia generasinya.

Dalam buku Crazy Good Interview, John B. Molidor, Ph.D., dan Barbara Parus menulis bahwa kandidat yang diwawancarai sebaiknya bersikap berdasarkan generasi pewawancara Anda.
* Pewawancara dari Generasi Y (antara 20 dan 30 tahun) lebih suka melihat contoh visual dari hasil kerjamu daripada sederet keterangan dalam lembar portofolio. Mereka juga cenderung lebih menghargai kemampuan untuk multitasking. 

* Generasi X (antara 30 dan 50 tahun) cenderung menghargai kreativitas dan kandidat yang bisa menyeimbangkan karir dan kehidupan personal.

* Pewawancara dari generasi Baby Boomer (antara 50 dan 70 tahun) lebih menyukai pekerja keras dan orang yang bisa menghargai pencapaian si pewawancara. Sementara pewawancara dari Silent 

* Generation  (antara 70 dan 90 tahun) akan menitikberatkan aspek loyalitas dan komitmen terhadap pekerjaan sebelumnya.

6. Berbicara dengan ekspresif
Dalam wawancara disini pewawancara akan mencermati cara bicara anda dengan alur intonasi yang tegas ,pelan atau cepat , karena dalam percakapan tersebut pewawancara akan mengetahui bahwa anda termasuk orang yang cerdas atau bukan akan dapat diketahui dari cara bicara anda dalam memberikan jawaban.  

Menurut Leonard Mlodinow, penulis Subliminal: How Your Unconscious Mind Rules Your Behavior, "Jika dua pembicara mengucapkan kata-kata yang persis sama, tapi seseorang berbicara sedikit lebih cepat dan lebih keras dan dengan jeda lebih pendek serta variasi volume yang lebih banyak, pembicara itu akan dinilai lebih energik, berpengetahuan, dan cerdas."

Jika kamu ingin terdengar pintar, hindari berbicara dengan nada monoton. Bicaralah lebih cepat saat mencoba menjelaskan informasi yang kurang penting. Sebaliknya, bicaralah lebih pelan saat mencoba memberikan penjelasan mengenai konsep atau informasi yang kemungkinan belum dikenal pewawancara. Gunakan gerakan tangan, tetapi jangan berlebihan agar perhatian pewawancara tidak terdistraksi.

7. Jangan Sombong
Sombong adalah sifat yang tidak disukai oleh semua orang , apalagi dalam seleksi penerimaan pegawai baru , hal ini akan tampak dalam wawancara jebakan  apakah anda termasuk orang yang sombong atau bukan.

Ketika ditanya mengenai kelemahan atau kekurangan, kebanyakan pencari kerja akan memberikan jawaban untuk menonjolkan kelebihan mereka. Ini justru dapat memberikan kesan tak jujur di mata pewawancara.

 Jawaban seperti "Saya terlalu pekerja keras" atau "Saya kelewat perfeksionis" hanya terdengar meyakinkan jika didukung dengan bukti dan fakta.
Ada baiknya untuk menjawab dengan jujur disertai solusi yang sedang atau akan kamu terapkan untuk memperbaikinya.


8. Jangan Umbar tersenyum
Senyum adalah ibadah menurut agama , tetapi terlalu banyak senyum bisa bisa dikatakan gila nanti . Saat wawancara memang kita perlu menunjukkan keramahan ,tetapi keramahan  bukan berarti kamu harus tersenyum terus, karena kerja yang banyak menyuguhkan senyum ada ada tempatnya .  Seperti yang terungkap dari studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Department of Veterans Affairs, Northeastern University dan University of Lausanne.

Bagian lain dari studi ini menemukan bukti bahwa pewawancara berekspektasi kandidat untuk lebih banyak tersenyum jika mereka hendak melamar posisi sebagai customer service atau tenaga penjualan.

Jadi tersenyumlah lebih banyak dan tulus jika kamu melakukan wawancara untuk pekerjaan yang menuntut interaksi dengan pelanggan. Untuk pekerjaan yang lebih membutuhkan keahlian di luar komunikasi, sebaiknya tunjukkan keramahan yang tidak terlalu berlebihan.

9. Persiapkan diri untuk menjawab pertanyaan yang tidak nyaman
Dalam tes wawancara adakalanya  pewawancara membuat pertanyaan jebakan yang maksudnya untuk mengetahui loyalitas kepada perusahaan apabila diterima menjadi karyawan.

Pewawancara pasti akan menanyakan satu atau dua hal yang membuatmu merasa tidak nyaman menjawab. Misalnya kenapa kamu mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya, apakah kamu bersedia ditempatkan di daerah yang terpencil, dan apakah kamu bersedia untuk menunda rencana pernikahan jika diminta oleh perusahaan.

Nah untuk itu  persiapkan diri untuk menjawab pertanyaan seperti itu, tak perlu berbohong demi menyenangkan pewawancara. Siapkan saja jawaban yang jujur dan solusi jika kamu keberatan dengan syarat yang diajukan pewawancara. 

Hindari pula terlalu mengumbar beberapa detail negatif dari pekerjaan terdahulu karena akan merugikan diri sendiri yang akibatnya  malah nggak diterima untuk menjadi karyawan.
Itulah beberapa trik psikologi yang bisa kamu terapkan saat menjalani sesi wawancara kerja. Semoga berhasil.
Sumber : Merdeka.com


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah 9 Tips Psikologis Dalam Wawancara Melamar Pekerjaan Agar Dapat Diterima"

Post a Comment

close