Inilah Akibatnya Kalau Kencing Sambil Berdiri

Buang air kecil atau yang biasa disebut kencing   adalah suatu kegiatan  umat manusia dalam  aktivitasnya  untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh (mengeluarkan kotoran tubuh). 
Kencing atau buang air kecil ini adalah hal yang wajar dan normal terjadi pada kita. 
Hal ini menunjukan jika sistem ekskresi atau metabolisme pada ginjal kita bekerja dengan baik. Dengan buang air kecil, sisa-sisa racun dari dalam tubuh juga akan dibuang melalui urine, dengan demikian, tubuh akan menjadi lebih sehat. 

Baca juga : Ramuan lemon ini dapat menghancurkan batu ginjal.
Dalam melakukan aktivitas ini agar tidak menimbulkan ketimpangan dalam kesehatan ,kita dituntut untuk melakukannya dengan benar agar tidak menimbulkan gejala gejala penyakit di belakang nanti.



Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam melarang kencing berdiri. Dan bagi muslim yang shalat, kadang setelah keluar dari WC dan mau shalat, ketika ruku’ dalam shalat kita merasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluan, itu adalah sisa air kencing yang tidak habis terpencar akibat dari kencing berdiri yang tidak tuntas keluar, hal ini menyebabkan shalat tidak sah karena salah satu sarat sahnya shalat adalah bersih dan suci dari najis baik hadats kecil maupun hadats besar, dan air kencing merupakan najis.

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam sering mengingatkan dalam sabdanya: “Hati-hatilah dalam masalah kencing karena kebanyakan siksa kubur dikarenakan tidak berhati-hati dalam kencing”.
  • Sesungguhnya banyak siksa kubur dikarenakan kencing maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing. (HR. Al Bazzaar dan Ath-Thahawi)
  • Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata: Rasulullah saw. pernah melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda: Ingat, sesungguhnya dua mayit ini sedang disiksa, namun bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena ia dahulu suka mengadu domba, sedang yang lainnya disiksa karena tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya. Kemudian beliau meminta pelepah daun kurma dan dipotongnya menjadi dua. Setelah itu beliau menancapkan salah satunya pada sebuah kuburan dan yang satunya lagi pada kuburan yang lain seraya bersabda: Semoga pelepah itu dapat meringankan siksanya, selama belum kering. (Shahih Muslim No.439)
Dampak Kencing Berdiri
Kebiasaan orang kencing berdiri akan mudah lemah bathin, karena sisa-sisa air dalam pundit-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan kelenjar otot-otot dan urat halus sekitar zakar menjadi lembek dan kendur.

Hasil gambar untuk foto orang kencing berdiri
smbr gmbr : okezone.blogspot
Secara medis kencing berdiri adalah penyebab utama penyakit kencing batu , pada semua penderita penyakit tersebut dan merupakan salah satu penyebab penyakit lemah syahwat bagi sebagian pria.

Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar di bawah batang zakar. Ini berkemungkinan besar menyebabkan kencing batu. Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis terpencar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal/mengeras seperti batu karang.
 
Sebaiknya Kencing Sambil Jongkok
Berbeda dengan Kencing Berdiri , kalau kencing sambil  jongkok dalam keadaan bertinggung tulang paha di kiri dan kanan merenggangkan himpitan buah zakar. Ini memudahkan air kencing mudah mengalir habis dan memudahkan untuk menekan pangkal buah zakar sambil berdehem-dehem.
Dengan cara ini, air kencing akan keluar hingga habis, malahan dengan cara ini kekuatan sekitar otot zakar terpelihara.

Kencing Berdiri Menurut Peneliti Barat
Menurut peneliti departemen urologi di Leiden University Medical Center di Belanda, kencing berdiri berpengaruh terhadap kesehatan prostat pria. Mereka mengumpulkan dan menganalisis sebelas studi untuk membandingkan efek kencing duduk versus berdiri. Penelitian itu mengerucut pada tiga kunci yang menjadi parameter urodinamik yang erat kaitannya dengan kesehatan prostat pria. Tiga hal itu di antaranya: laju alir maksimum urin, waktu buang air kecil, dan volume post-void (jumlah urin yang tersisa di kandung kemih).

Hasil meta-analisis mereka menunjukkan, pria dengan jalur urin lebih rendah (LUTS) alias yang terbiasa kencing duduk, mampu mengosongkan kandung kemihnya sampai tuntas. Dalam studi itu, pria dengan LUTS meninggalkan lebih sedikit 25 milimeter urin di kandung kemih mereka, dan punya waktu kencing lebih sebentar, rata-rata 0,62 detik, ketimbang kencing berdiri.

Hal ini dianggap dapat memengaruhi kesehatan tubuh pria. LUTS memengaruhi kesehatan 40 persen pria yang biasa kencing duduk seperti peningkatan frekuensi kencing, buang air kecil yang menyakitkan, dan masalah pengosongan kandung kemih yang tak lengkap—beberapa ihwal yang paling umum meningkatkan pembesaran prostat, atau bahkan menimbulkan kanker prostat.

Sejumlah negara bahkan tegas perkara hal ini. Pada 2012 lalu, misalnya, Swedia dan Taiwan membuat aturan untuk melarang pria kencing berdiri. Viggo Hansen, seorang anggota DPR di Swedia mengusulkan aturan yang menegaskan para pria agar tak lagi kencing berdiri karena dianggap menjijikkan dan tak sehat. Ia juga mengampanyekan kalau kencing duduk dapat meningkatkan kualitas seks pria.
Sementara pemerintah Taiwan, lewat Menteri Administrasi Perlindungan Lingkungan, Stephen Shen, mengimbau warganya untuk tidak lagi mengikuti cara kencing tradisional. Di Jepang, pada 2007, sebuah poling menunjukkan bahwa 49 persen pria Jepang yang sudah menikah lebih memilih kencing duduk karena para istrinya menyuruh demikian.

Gangguan pada prostat akibat gaya kencing, bila diulur lebih jauh, memang dapat berpengaruh pada pola tidur, yang akhirnya berdampak pada menurunnya kadar testosteron pada pria. Kurangnya hormon itu pada akhirnya akan berdampak menurunnya gairah seks. 
Sumber : Khalidabdullah.co,tirto.id

Comments

Popular posts from this blog

RANGKUMAN PELAJARAN FISIKA SEMESTER I KELAS X SMA/MA

Hernia , Penyebab dan Pengobatannya

Rangkuman Pelajaran Sejarah Indonesia Untuk SMA/SMK/MA/MAK Kelas X