Inilah Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dengan Finlandia

Pendidikan merupakan  salah satu hal yang penting bagi setiap orang ,karena pendidikan akan memberikan orang pengetahuan dari yang tidak mengerti menjadi mengerti .
Efek langsung dari sebuah pendidikan adalah memberi pengetahuan. Pendidikan memberi kita banyak pengetahuan disegala bidang yang berhubungan dengan kemajuan zaman maupun perubahan perubahan yang ada dimuka bumi ini. Pendidikan juga dapat memberikan pandangan bagi kehidupan untuk membantu dalam menyelesaikan masalah , mengambil keputusan dan juga membentuk sudut pandang dalam kehidupan yang lebih luas.

Banyak yang mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara negara lainnya di ASEAN ,meskipun telah mengalami perubahan kurikulum beberapa kali.
Sepanjang sejarah, kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia antara lain adalah kurikulum 1968,1975, 1984, 1994, dan 2004 dan KTSP (2006). rata-rata perubahannya 10 (sepuluh) tahun sekali.
Perubahan kurikulum pada dasarnya merupakan suatu keharusan, karena tuntutan dan perkembangan jaman. Perubahan dan perkembangan ini menuntut perlunya perbaikan system pendidikan nasional termasuk perbaikan kurikulum untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tersebut.

Namun perubahan kurikulum tersebut ternyata belum dapat mendongkrak dan membawa pendidikan Indonesia  memperoleh peringkat yang lebih membanggakan dikancah  ASEAN  apalagi tingkat  Internasional.

 Untuk Indonesia apabila dilihat dari rangking sistem pendidikan dunia, maka Indonesia berada di posisi ke 108. Skor yang diperoleh Indonesia adalah, 603. Kualitas pendidikan yang ada di Indonesia rupanya jauh di bawah Samoa, Mongolia, dan Palestina. Setidaknya, hanya 44% masyarakat yang mampu menuntaskan pendidikan menengah. Data menyebutkan bahwa setidaknya terdapat 11% murid yang tidak mampu menuntaskan pendidikan atau keluar dari sekolahnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy  menggagas akan memberlakukan sistem full day school dalam sistem pendidikan nasional
Gagasan yang dilontarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut  yang sejak awal 2016  sempat mendapat "lampu hijau" dari Presiden Joko Widodo itu mendapat bermacam respon penolakan.
Sebagian besar mempertanyakan seberapa jauh durasi sekolah formal mampu berbanding lurus dengan kualitas pemahaman siswa. Ada yang mengatakan hal ini justru akan membebani siswa, keluarga, bahkan guru.
Tak ayal, banyak juga yang membandingkan dengan sistem pendidikan di negara-negara lain. Dari situlah, orang merujuk pada segala yang terjadi di Finlandia. 

Pendidikan ala Finlandia
 Tahukah Anda bahwa negara Singapura saat ini yang menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia? Hal ini merujuk pada data hasil tes PISA 2015. Sebelum keluarnya hasil PISA 2015 ini, yang dalam pandangan banyak orang bahwa sistem pendidikan terbaik di dunia itu, negara Finlandia. Bahkan kalau kita buka pencarian di google, masih banyak artikel yang judulnya memuat "Negara Finlandia, Sistem Pendidikan Terbaik Dunia". 
 
Apa yang sesungguhnya terjadi di Finlandia barangkali bisa memberi pencerahan. Timothy D. Walker, dalam buku terbarunya Teach Like Finland atau Mengajar seperti Finlandia membocorkan beberapa kunci dan strategi sederhana tentang pendidikan di Finlandia.
Timothy atau akrab disapa Tim menulis buku ini berdasarkan pengalamannya sendiri sebagai mantan guru di AS yang mengajar di sebuah sekolah dasar di Finlandia. 

Tim menemukan beberapa kesimpulan.
Bahwa pendidikan di Finlandia sangat memperhatikan kesejahteraan (well-being), baik itu murid maupun guru.
"Di hari-hari pertama mengajar, saya menghabiskan waktu istirahat untuk mengecek materi pengajaran saya atau mengecek email, seperti yang biasa saya lakukan di AS. Sementara itu, guru-guru Finlandia malah bersantai di ruang guru sambil ngopi," tulis Tim. 


Tidak berapa lama, seorang guru mendatangi Tim dan mengajaknya bergabung, sambil berkata, "Saya sangat khawatir dengan kesehatan Anda. Apakah Anda tertekan, ingat Anda adalah tuan atas pekerjaan, jangan sampai diperbudak oleh pekerjaan."

Tim melihat itu sebagai salah satu paradigma yang sangat positif. Pendidikan di Finlandia memperhatikan dengan sungguh, kesejahteraan, baik fisik maupun batin setiap individu. Ini tampak pula dalam kebijakan bagi para siswa.

Siswa di Finlandia gemar memanfaatkan waktu rehat untuk bermain dan berkejar-kejaran, bahkan tiap sekolah menyediakan alat bermain. Para siswa juga diminta untuk bergabung di sebuah klub minat dan bersosialisasi di lingkungan tempat tinggalnya. Ini sangat memungkinkan sebab total jam sekolah rata-rata hanya 18 jam per minggunya.

Sebagai Bahan Perbandingan
Kalau kita simak model  pendidikan di Finlandia yang diterangkan oleh Timothy D. Walker diatas sangat berbeda dengan model pendidikan di Indonesia , untuk lebih jelasnya sebagai info yang   penulis sitir dari webnya  Viral. kincir.com mengenai  model pendidikan di Finlandia  seperti dibawah ini ;

1.Usia Sekolah Indonesia:
Di Indonesia karena kepengin punya anak yang berprestasi  maka orang tua seperti kebakaran jenggot bagaimana  mempersiapkan  pendidikan anak dari usia dini biar kedepannya juga bakal dapet pendidikan yang bagus . Makanya jangan heran kalo di Indonesia liat anak bocah 3 tahun udah disekolahin di PreSchool. Belum lagi les privat, les piano, les-les lainnya.
Finlandia:
Di Finlandia, kalau orang tua maksain anak  sekolah mulai umur 3 tahun,  bisa berurusan sama hukum! Anak-anak di Finlandia memang diatur secara hukum baru boleh bersekolah pada umur 7 tahun. Anak-anak usia dini di Finlandia lebih didorong untuk belajar interaktif secara mandiri dengan lingkungannya. Intinya, mereka diarahkan menjadi anak-anak, bukan menjadi professor.

Pelajar di Finlandia (viral.kincir.com)

2.Jam sekolah Indonesia:
Di Indonesia, tingkat sekolah dasar diwajibkan belajar 5-6 jam sehari (06.30-12.00). Masih terlalu pagi untuk anak  anak masuk sekolah. Padahal kalau jam kerja juga enggak sepagi itu. Katanya sih jam masuk sekolah emang sengaja sepagi itu biar ngelatih disiplin.
Finlandia:
Sekolah hanya sekitar 4 jam per hari, dengan sistem tiap 45 menit belajar harus istirahat 15 menit. Jam masuk antara jam 9.00-9.45. Orang Finlandia percaya dengan penelitian bahwa anak usia dini butuh tidur lebih di pagi hari, dan otak baru bisa menyerap ilmu setiap jam 10. Sistem yang diterapkan Finlandia ini bertujuan untuk memberikan keseimbangan antara belajar dan beristirahat agar bisa lebih mudah menyerap ilmu.

3.Sistem Pembelajaran Indonesia:
Sistem ranking menjadi andalan untuk membedakan mana yang pintar dan bodoh. Terlihat jelas gap antara si pintar dan bodoh. Enggak lupa PR dan tugas yang diberikan banyak banget. Jadinya stress karena nilai harus bagus, PR/tugas harus selesai. Hal ini yang dapat mendorong  budaya korupsi di usia dini, contonya mencontek.
Finlandia:
Di Finlandia tidak ada sistem pembeda mana yang pintar dan bodoh. Semua murid dianggap sama dan Finlandia berharap semua muridnya jadi pintar. Hasilnya jarak antara yang pintar dan yang bodoh hampir tidak terlihat. PR dan tugas yang diberikan sesuai kebutuhan dan tidak harus sempurna hasilnya. Menurut orang Finlandia yang terpenting adalah usaha dan upaya mereka untuk menghasilkan sesuatu, serta bagaimana mereka menemukan jalan keluar terbaik dari sebuah permasalahan.


4.Ujian Akhir Indonesia:
Ujian akhir masih menjadi andalan sistem pendidikan kita, dan jadi mimpi buruk bagi siswa. Semua yang kita pelajari dari awal sampai akhir, ujian akhir lah yang menentukan kelulusan. Hal ini membuat siswa stress dan terdorong untuk melakukan kecurangan, karena yang terpenting itu lulus.
Finlandia:
Finlandia anti dengan ujian akhir, karena mereka percaya dengan guru sebagai pemberi penilaian terbaik buat siswanya. Guru-guru di Finlandia juga tidak terpaku dengan kurikulum karena mereka bebas menentukan cara belajarnya sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

5.Tenaga Pengajar /guru Indonesia:
Perhatian pemerintah ke guru sangat kurang. Mulai dari kesejahteraan, hingga ke jenjang pendidikan gurunya sendiri. Makanya enggak sedikit guru yang ngajar seadanya dan gaya ngajarnya monoton.
Finlandia:
Finlandia berani investasi besar-besaran buat guru-guru di negaranya, karena menurut mereka, guru adalah masa depan Negara. Jangan heran kalo lo tau gaji guru di Finlandia salah satu yang tertinggi. Pemerintah Finlandia juga membiayai penuh pendidikan guru hingga mendapat master. 
Guru di Finlandia wajib bergelar master pendidikan.(viral.kincir.com)

Dengan melihat info diatas Indonesia belum dapat untuk memberikan model pendidikan maupun kesejahteraan yang seperti diberikkan pemerintah Finlandia kepada murid maupun guru gurunya.Di bidang ekonomi Indonesia masih keteter dengan  jumlah penduduk yang duaratusan juta  .

Memmang setiap negara mempunyai kelebihan dan kekurangan yang tak bisa disamakan , misal Brunei yang memiliki keberlimpahan anggaran dan jumlah warga negara yang sedikit sehingga bisa menggratiskan seluruh biaya pendidikan.

Singapura Lain lagi

Dalam bidang pendidikan Singapura bisa menjadi tolak ukur tertinggi di ASEAN. Negara kota ini memiliki salah satu fasilitas pendidikan paling mapan di dunia.
Meski demikian, anggaran pendidikan mereka sebenarnya tidak terlalu siginifikan, yaitu hanya 10 persen dari APBN atau 3 persen GDP. Dari anggaran tersebut, 50 persennya mereka alokasikan untuk pendidikan sekolah menengah dan pendidikan tinggi.
Dan Singapurapun membuktikan bahwa durasi waktu tidak berpengaruh pada kualitas. Pendidikan dasar mereka menggunakan skema 6+4+2, atau sekolah dasar 6 tahun, sekolah menengah 4 tahun, dan sekolah menengah atas (junior college) 2 tahun.
Perdebatan sekolah lima atau enam hari terjadi di Singapura pada tahun 1959. Sekolah enam hari dikenalkan dengan tujuan “agar anak Singapura belajar lebih banyak sehingga lebih pandai dalam matematika dan pelajaran menghitung lainnya.”
Namun akhirnya beberapa sekolah di Singapura mengubah sistem menuju jadwal lima hari pada 3 September 1962, dengan pelajaran soal nasionalisne dan keterampilan hidup dioptimalkan selama 5 hari itu.

Saat ini, masih ada beberapa sekolah keturunan China di Singapura yang menggunakan sistem enam hari sekolah. Namun mayoritas sekolah di Negeri Singa kini menerapkan jadwal 5 hari sekolah yang rata-rata menghabiskan 903 jam pelajaran dalam setahun.
Sumber : Dari berbagai sumber





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dengan Finlandia "

Post a Comment

close